Apa yang Sudah Bisa Dilakukan Bayi 1-4 Bulan?

1242421p

Di usia 1-4 bulan, bayi berkembang sangat pesat. Anda akan menyadari, di usia sekitar 2 minggu, ia sudah bisa memerhatikan wajah Anda, dan pada minggu keenam, ia sudah mampu mengenali Anda, bahkan tersenyum pada Anda. Bayi-bayi pada usia ini terlihat sudah lebih kuat dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya ia akan banyak menangis dan Anda tak mengerti alasannya, di usia ini, hal itu akan berkurang, karena ia sudah terbiasa dengan dunia, dan Anda sudah lebih terbiasa dengannya.

Anda akan melihat bahwa ia sudah lebih mengenali dirinya dan sekitarnya saat ia beranjak tumbuh. Semakin mendekati usia 4 bulan, Anda akan melihat beberapa aspek perkembangannya. Misalnya, di usia 6 minggu, Anda akan mendengar perkembangan suara-suara, mulai dari tawa kecil, suara “ooo”, yang tergabung dalam tangisnya untuk menarik perhatian Anda. Ia akan sangat menyukai kegiatan petak umpet atau kejutan-kejutan kecil. Mendekati usia 3 bulan, Anda akan melihat ia mencoba mengangkat kepalanya saat ia tengkurap, dan ia akan berusaha mengambil barang berwarna-warni yang Anda letakkan di dekatnya.

Tanda-tanda perkembangan lainnya:

  • Ia akan berusaha bermain menggunakan tangan dan kakinya.
  • Ia akan berusaha menggenggam mainan yang Anda letakkan pada telapak tangannya.
  • Ia akan suka melihat benda-benda yang bergerak, dan mencoba mengamati mainan yang bergerak, ia akan memperlihatkan ketertarikan pada benda yang tergantung atau bergerak.
  • Ia suka mencoba melakukan bunyi-bunyian, serta berbicara dengan Anda menggunakan suara-suara yang berbeda. Jadi, saat Anda mencoba berkomunikasi dengannya, berikan kesempatan baginya untuk menjawab atau merespon Anda.
  • Para bayi di masa ini akan mulai memperlihatkan kesukaan kepada orang-orang yang mereka kenal dan sukai. Ia akan menangis saat orang yang tak ia kenal menyentuhnya. Ia juga akan mulai menangis atau gelisah saat berada di suasana yang bising. Mereka juga akan mulai terbiasa akan hal-hal kesukaan mereka.

Perkembangan fisik

Bayi pada usia ini sudah bisa:

  • Menyangga kepalanya menggunakan lehernya sendirisaat Anda menggendong tubuhnya.
  • Dia sudah bisa mengangkat lehernya saat tengkurap, bersandar pada sikunya, melengkungkan tulang punggungnya, serta menggoyang-goyangkan tubuhnya maju-mundur.
  • Mengayunkan lengan dan kakinya saat berbaring telentang.
  • Saat dibantu, ia seharusnya sudah bisa diangkat untuk duduk.

Bermain:

Bayi Anda belum butuh banyak mainan, namun Anda akan butuh beberapa obyek di sekitarnya yang bisa ia perhatikan, sentuh, dan tertarik. Hadapkan ia di depan cermin, dan katakan apa yang Anda lihat. Bernyanyilah, bicara, bermain petak umpet, sembunyikan barang dan timbulkan kembali di depannya. Bayi-bayi di usia ini belum menghargai barang-barang yang ada di sekitar, namun dengan permainan sembunyi dan muncul kembali itu, ia akan belajar.

Ikuti kemauannya:

Bayi-bayi muda memiliki kemampuan untuk berfokus yang singkat, saat ia merasa sudah terlalu banyak informasi atau bosan, ia akan memalingkan wajah, menutup mata, menangis, atau tertidur. Saat Anda berbicara atau bermain dengan anak, ikuti kemauannya dulu. Jika ia memalingkan wajah, jangan memaksanya untuk mengikuti kemauan Anda, bersabarlah, sesudah ia beristirahat beberapa detik, ia akan kembali lagi pada Anda.

Kebanyakan bayi di usia ini masih enggan untuk pergi tidur di malam hari, dan normal untuk Anda masih menemani mereka tidur di usia ini. Anda disarankan untuk menciptakan semacam rutinitas sebelum tidur, yang akan membantu Anda bersantai dan membantu Anda memiliki waktu untuk Anda sendiri. Anda bisa menciptakan waktu tenang di sore hari dengan menonaktifkan televisi saat memandikannya, lalu tenang saat memberinya makan malam, diikuti dengan waktu tenang, lalu membaringkannya. Bayi di usia ini akan merespon baik pada pola rutinitas semacam ini.

Mengajaknya bersosialisasi:

Bahkan bayi kecil pun akan sangat menyukai perjalanan keluar rumah, perubahan atmosfer, dan wajah orang. Ajak ia berkeliling lingkungan rumah di sore hari, Anda akan bertemu dengan ibu-ibu lain dan anak mereka.

[kompas.com]

Advertisements

1 Jam Pertama dalam Hidup Bayi

1445486p

Akhirnya, setelah sembilan bulan hidup di dalam rahim Anda, si kecil pun hadir dalam hidup Anda. Ia menangis, menendang, mengepal, menutup matanya, dan sebagainya. Tetapi, apa saja sih yang seharusnya diperhitungkan dan diperhatikan pada bayi yang baru lahir untuk memastikan ia sehat?

Begitu bayi lahir, dokter akan mengecek kesehatan si anak dan mengatakan kepada Anda kondisi bayi secara pengamatan matanya. Apa saja sih yang diperhitungkan oleh para pelaku medis saat seorang bayi lahir?
“Dalam kelahiran medis, begitu kepala bayi muncul, yang menangani kelahiran akan menggunakan semacam alat suntik tanpa jarum untuk menarik cairan yang menghambat di saluran hidung dan mulutnya,” jelas Ulana Sanocka, MD, asisten profesor dokter anak di Columbia Presbyterian Medical Center. Membebaskan saluran udara akan membantu bayi bernapas lebih mudah.

Saat seluruh tubuhnya keluar, tali pusarnya akan diberi klep di dua tempat. Kemudian dokter, suster, atau ayahnya akan diminta untuk mengguntingnya. Sampel dari darah bayi akan diambil untuk dianalisis nantinya.

Jika ini adalah anak pertama Anda, bisa jadi Anda akan terkejut melihat wujud bayi Anda untuk pertama kalinya. Ia tak akan terlihat berwarna pink cantik seperti yang ada di film-film atau di iklan.

Jika Anda melahirkan alami, kepala bayi akan membentuk seperti baru saja melewati saluran sempit. Bentuknya akan berubah normal dalam beberapa hari. Tangan dan kakinya akan terlihat agak biru karena sirkulasi darahnya belum efisien. Dari hirupan napas pertama, bayi akan mulai menangis secara spontan, atau dengan sedikit bantuan fisik, seperti usapan pada punggung atau tepukan pada kakinya, baru ia akan bergerak lebih banyak. Setelah beberapa menit itu barulah bayi mulai terlihat berwarna pink.

Jangan pula kaget ketika melihat cara bernapas bayi yang sedikit aneh. Bayi akan terbatuk kecil, mengeluarkan cairan, dan bersin untuk mengeluarkan cairan yang menghambat saluran pernapasannya dan mulai beradaptasi untuk menghirup udara.

“Saat bayi dilahirkan secara normal, ia akan melewati lubang sempit. Sekitar 50 cm kubik cairan akan dikeluarkan dari paru-paru bayi dengan cara ini. Penekanan cairan semacam ini akan memfasilitasi bayi untuk bernapas lebih baik. Sementara bayi yang lahir caesar akan bernapas lebih cepat dan pendek hingga cairan yang menyumbat saluran pernapasannya bersih.

Normalnya, cara bayi bernapas berbeda dengan orang dewasa. Cara bayi bernapas bisa jadi tidak rutin dan periodik. Bayi baru lahir mungkin akan banyak menghela napas panjang, sedikit ngos-ngosan, menahan napas, dan bernapas cepat. Saluran napas bayi baru lahir lebih cepat dari orang dewasa, sekitar 40-60 per menit, sementara orang dewasa sekitar 20 tarikan napas dalam 1 menit secara rata-rata. Detak jantungnya juga lebih cepat, sekitar 120 detakan per menit, sementara orang dewasa sekitar 70 detakan per menit.

Begitu keluar dari rahim, bayi akan berlapis cairan putih yang menempel pada kulitnya. Lapisan inilah yang melindungi si bayi saat berada dalam rahim. Cairan ini akan dibersihkan oleh petugas medis yang juga menyekanya dari cairan ketuban.

Selama 9 bulan, si bayi berada dalam suhu hangat tubuh si ibu, begitu lahir, ia harus menyesuaikan diri. Bayi memiliki kulit yang lebih rentan akan perubahan suhu karena masih tipis, begitu pun di kepalanya, yang belum banyak tubuh rambut. Ia harus ditutupi dengan selimut segera agar tidak kedinginan. Tetes mata antibiotik juga biasa langsung diberikan untuk mencegah infeksi gonore. Kemudian ia akan diberikan penanda pada lengan kaki atau tangannya.

“Setelah kelahiran, dokter yang menangani akan memberikan semacam rapor kelahiran pada bayi. Rapor tersebut bernama skor Apgar. Skor Apgar ini (berasal dari nama dokter Virginia Apgar) menilai keadaan bayi begitu lahir, dari warna bayi, kemampuan bernapas, kekuatan otot, detak jantung, dan respons rangsangan. Angka 10 menunjukkan angka terbaik. Biasanya ada 2 angka, misal 9/10, artinya antara kedua angka itu,” tutur dr Handrawan Nadesul, pada suatu konferensi kesehatan di Kelapa Gading.

Setelah prosedur-prosedur tadi, si bayi akan dibungkus selimut, kemudian diberikan kepada si ibu atau ayahnya. Sekarang ini sudah ada yang meminta perlakuan inisiasi menyusui dini. Artinya, begitu dilahirkan, si bayi akan langsung diberikan kepada si ibu untuk ditaruh di dada supaya si bayi langsung mencari puting susu si ibu dan menyusu.

Kemudian si bayi akan ditimbang dan diukur dalam setengah jam setelah kelahiran. Setelah itu bayi akan dibawa ke dalam ruangan untuk ditaruh dalam ruangan bertemperatur hangat. Lalu, suster akan memberikan mandi pertama si bayi, diikuti perhitungan tanda-tanda kesehatan si bayi, dari nadi, tekanan darah, refleks, mata, kepala, kemaluan, kulit, dan tangan. Meski Anda memilih fasilitas rooming in pun, si bayi akan diperiksa kesehatannya dulu.

Bayi akan merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Anda, tempat ia bisa mendengar dan merasakan detak jantung Anda. Posisi dekat ini akan menenangkan bagi Anda dan si bayi. Dalam beberapa hari, ia akan bertumbuh dan berkembang begitu pesat. Jangan lupa menikmati masa-masa Anda dan dia memulai hubungan erat itu.

[kompas.com]

Kebiasaan Cuci Tangan Memengaruhi IQ Anak

1532136pKebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan air mengalir bisa mencegah anak dari berbagai penyakit. Sepuluh penyakit bisa dihindari anak jika kebiasaan CTPS dijalankan konsisten. Salah satu penyakit yang bikin IQ turun satu digit adalah cacingan.
Pakar kesehatan dr Handrawan Nadesul mengatakan, anak menjadi bodoh karena tidak menjalani kebiasaan CTPS dengan baik dan benar. 
"Kita (orangtua-RED) menggagalkan anak dengan menjadikannya bodoh karena tidak membangun kebiasaan CTPS yang baik," tegasnya, di sela pembukaan Lifebuoy Health Institute, KidZania, Pacific Place, Jakarta Pusat, yang diresmikan Kamis (27/1/2011).
Cacingan dan diare adalah penyakit yang paling sering dialami anak yang tidak membiasakan diri CTPS dengan cara yang tepat. Cacing gelang, kata dr Handrawan, bisa menghilangkan satu digit dari IQ anak. Cacing menghabiskan kalori dan makanan yang diasup anak. 
Penyakit lain yang ditimbulkan dari kebiasaan buruk tidak mencuci tangan di antaranya, tifus, kolera, disentri, hepatitis A, B, dan C, serta cacingan dengan berbagai jenisnya.
"Penyakit ini bisa dicegah dengan cara yang sangat sederhana, dengan mencuci tangan yang benar, dengan sabun dan dilakukan minimal lima kali sehari," jelasnya.
Jangan asal cuci tangan
Cuci tangan yang baik dan benar bisa mencegah berbagai penyakit pada anak. "Idealnya cuci tangan pakai sabun dan air mengalir," jelas dr Handrawan, menambahkan dengan cara ini kuman di sela jari bisa terangkat. Sementara, penggunaan hand sanitizer tidak bisa mengangkat kuman secara maksimal di sela jari. "Saat mencuci tangan jangan sampai ada kuman yang tersisa," sarannya, jika ingin mencegah berbagai penyakit.
Sekalipun cara mencuci tangan sudah benar, jangan asal saat mengeringkan tangan. Sebaiknya gunakan handuk bersih untuk mengeringkan tangan. Jika tidak ada handuk, sebaiknya biarkan tangan mengering dengan sendirinya, atau bantu dengan pengering tangan. "Kebiasaan mengelap tangan di baju atau menyeka rambut usai mencuci tangan tidak steril," tambahnya.
Jangan hanya cuci tangan

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mencakup berbagai hal, tak sekadar cuci tangan. "Cuci tangan hanya pintu masuknya," kata dr Handrawan, menambahkan perilaku hidup sehat juga harus diterapkan saat mencuci rambut atau mandi. PHBS juga terkait dengan kebiasaan tidur, pilihan makanan, jadwal makan, dan berat badan.
Menurut dr Handrawan, kebiasaan anak yang juga perlu diajarkan dengan lebih baik lagi adalah saat mandi. Bagian di balik telinga dan di belakang lutut biasanya tak terjangkau oleh anak saat mandi. Di bagian inilah jamur bersembunyi jika tidak dibersihkan dengan baik dan benar.