Pentingnya Memilih Mainan Sesuai Usia Balita

 

1426353p

Meski sudah hati-hati menjaga buah hati, terkadang orangtua alpa membiarkan anak bermain dengan mainan yang berisiko tinggi. Memilihkan mainan untuk anak perlu melihat usianya, dan pastikan terdapat instruksi yang menjelaskan fungsinya. Jika tidak, balita bisa tak sengaja memasukkan mainan ke lubang hidung atau telinga, atau menelannya.

"Untuk usia anak di atas satu tahun, selalu pilih mainan balita sesuai standar. Pilih mainan denganinstruction by age yang tertera di boks mainan tersebut. Ini cara paling aman untuk memberikan mainan kepada balita," papar dr Phan Oto, dokter spesialis anak kepada Kompas Female, usaitalkshow di pameran ibu dan bayi, beberapa waktu lalu.

Menurut dr Oto, memberikan mainan kepada balita perlu melihat kebutuhan anak. Untuk bayi yang baru lahir, tak perlu memberikan mainan tertentu karena pada usia ini bayi hanya mengenali warna hitam dan putih. Mulai usia tiga bulan, bayi mulai menyadari perbedaan warna, jadi berikan mainan yang sifatnya hanya mengenalkan warna.

"Bayi baru lahir belum memiliki sensor, yang dibutuhkannya hanyalah belaian dan berikan juga nyanyian," tambahnya.
Memasuki usia empat bulan, bayi sudah mulai bergerak dan memiliki sensor, namun masih harus distimulasi. Bayi semakin bergerak aktif pada usia delapan bulan. Memberikan mainan pada usia ini tak jadi soal asalkan orangtua lebih hati-hati menjaganya.

Jika anak sudah berusia satu tahun, berikan mainan yang berukuran besar agar tidak mudah masuk ke mulut atau anggota tubuh lainnya, kata dr Oto. Nah, jika usia anak sudah lebih dari satu tahun, orangtua perlu lebih teliti memilih mainan. Di antaranya dengan memperhatikan instruksi dalam mainan, apakah sesuai dengan usia balita Anda. Jika perlu, tanyakan kepada toko atau penjual mainan anak, untuk memastikan apakah mainan tersebut aman untuk usia anak Anda.

Hiburan lain untuk anak
Selain mainan, tontonan melalui DVD atau televisi bisa menjadi hiburan bagi balita. Namun orangtua perlu ekstra hati-hati memilihkan tontotan untuk anak. Anak usia satu tahun sudah mulai belajar meniru, kata dr Oto, jadi sebaiknya dampingi anak menonton televisi atau film anak-anak sekalipun. Film kartun, misalnya, tak semuanya cocok untuk usia balita. Meski lucu dan menyenangkan, tontotan kartun tertentu lebih pas untuk orang dewasa. Anda tentu tak ingin balita di rumah meniru adegan saling memukul meski terkesan lucu bukan?

Untuk hiburan yang satu ini, sebaiknya batasi waktu anak menonton televisi atau film anak melalui DVD. Luangkan juga waktu untuk mendampingi, agar anak mengerti dan tak asal meniru adegan yang direkamnya sejak dini.

[Kompas.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s