2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 130,000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 7 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Advertisements

Bagaimana memberi Makanan Bayi 6 bulan?

batita

  1. Berikan ASI eksklusif sejak lahir sampai usia enam bulan dan perkenalkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada usia enam bulan (180 hari) sambil terus menyusui.
  2. Lanjutkan sesering mungkin, on-demand ASI sampai usia dua tahun atau lebih.
  3. Berikan makanan dengan menerapkan prinsip-prinsip perawatan psikososial. Secara khusus, lakukan hal berikut:
  • Beri makan bayi secara langsung dan bantu anak-anak lebih tua untuk makan sendiri, peka terhadap rasa lapar dan kenyang.
  • Berikan makan perlahan dan sabar; dorong anak makan, tapi jangan paksa.
  • Cobalah dengan berbagai kombinasi makanan, rasa, teksture dan metode. Terutama untuk anak yang menolak makanan.
  • Perkecil kemungkinan anak tertarik dengan hal lain pada saat makan bila anak termasuk yang sulit berkonsentrasi.
  • Waktu makan/menyuapi adalah periode pembelajaran dan cinta, bicaralah pada anak pada saat memberikan makan, termasuk kontak mata.
  1. Jaga higiene yang baik dan penanganan makanan yang tepat :
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan makan (baik pengasuh dan anak).
  • Simpan makanan dengan aman dan hidangkan makanan segera setelah persiapan.
  • Gunakan peralatan yang bersih untuk menyiapkan dan menghidangkan masakan.
  • Gunakan gelas yang bersih dan mangkuk ketika memberi makan anak.
  • Hindari penggunaan botol susu yang sulit tetap bersih.
  1. Mulailah dari usia enam bulan dengan makanan dalam porsi kecil dan tingkatkan jumlah seiring anak bertambah usia, sambil tetap mempertahankan menyusui sesering mungkin. Menurut asupan ASI rata-rata di negara berkembang, kebutuhan bayi untuk makanan pendamping (MP-ASI) sekitar :
  • 200 kilokalori per hari pada 6 sampai 8 bulan,
  • 300 kilokalori per hari pada 9 sampai 11 bulan, dan
  • 550 kilokalori per hari pada 12 sampai 23 bulan.
  1. Meningkatkan konsistensi dan variasi makanan bertahap seiring bayi bertambah usia, beradaptasi dengan kebutuhan dan kemampuan bayi. Bayi bisa makan makanan bubur halus, bubur kasar dan nasi tim mulai dari enam bulan. Pada usia delapan bulan sebagian besar bayi juga bisa makan makanan ringan yang bisa mereka makan tanpa bantuan. Pada usia 12 bulan, kebanyakan anak bisa makan sama jenis makanan yang dikonsumsi anggota keluarga, mengingat kebutuhan nutrisi makanan padat. Hindari makanan yang menyebabkan tersedak.

  2. Tingkatkan frekuensi seiring anak bertambah usia. Jumlah pemberian makan yang sesuai tergantung pada kepadatan energi dari makanan lokal dan jumlah yang biasa dikonsumsi pada makan masing-masing. Untuk bayi yang sehat rata-rata dan tetap diberi ASI, makanan harus diberikan dua atau tiga kali sehari pada 6 sampai 8 bulan dan tiga atau empat kali sehari pada usia 9 sampai 23 bulan usia, dengan tambahan makanan ringan.

  3. Berikan berbagai-ragam makanan untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi terpenuhi. Anak harus makan daging, daging unggas, daging ikan, atau telur setiap hari, atau sesering mungkin.

  4. Gunakan makanan pendamping yang difortifikasi atau suplemen vitamin dan mineral untuk bayi, sesuai kebutuhan. Pada beberapa populasi, ibu menyusui juga membutuhkan vitamin dan suplemen mineral untuk kesehatan mereka sendiri dan untuk memastikan konsentrasi zat gizi tertentu dalam ASI mereka.

  5. Tingkatkan asupan cairan selama sakit, termasuk menyusui lebih sering, dan mendorong anak untuk makan makanan lunak, bervariasi yang disukainya . Setelah sakit, memberikan makanan lebih sering dari biasanya, dan mendorong anak untuk makan lebih.

Sumber : PAHO & WHO 2003