Mengapa Batita Susah Makan?

1242176p

Memilih makananbagi anak batita sering membuat pusing orangtua. Seringkali anak tak mau makan atau hanya memilih makanan kesukaannya. Kendati demikian, bukan berarti orangtua harus menuruti kemauan anak.

Menurut ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Victor Tambunan, M.S. pada periode usia 1-3 tahun, anak memang tengah mengalami penurunan nafsu makan. "Jadi, wajar saja kalau anak enggak nafsu makan. Tergantung pintar-pintarnya orang tua membujuk anak supaya mau makan," katanya.

Apalagi, lanjut Victor, periode usia 1-3 tahun disebut juga sebagai usia food jag  , yaitu anak cuma mau makan makanan yang ia sukai. Jadi, kalau orang tua juga "mendukung", ya, enggak heran bila akhirnya anak jadi food jag .

Itulah mengapa, Victor menganjurkan, "anak sebaiknya diperkenalkan juga dengan berbagai jenis makanan yang bervariasi." Anak usia 1-3 tahun, tambahnya, sudah boleh, kok, mengkonsumi makanan seperti yang dikonsumsi orang dewasa.

Cuma yang perlu dijaga, jangan berikan makanan terlalu merangsang semisal makanan pedas karena permukaan usus anak masih belum begitu kuat. "Makanan pedas akan merangsang pergerakan usus terlalu cepat sehingga bisa menyebabkan iritasi. Akibatnya, anak bisa mengalami diare," jelas Victor. P

Pentingnya mineral Secara umum, terang Victor, angka kecukupan gizi anak usia 1-3 tahun berada dalam satu kelompok. Jadi, kebutuhan vitamin, mineral, dan karbohidrat anak usia 1-3 tahun itu sama. Yang perlu dipahami, anak usia 1-3 tahun tak lagi mengalami pertumbuhan tubuh yang cepat sebagaimana terjadi di usia bayi. "Pertumbuhan berat dan tinggi badan anak usia 1-3 tahun akan lebih pelan. Setahun kira-kira hanya bertambah 2 kilo," kata Victor.

Karena di usia 1-3 tahun, yang berkembang lebih ke arah fungsi emosi dan kecerdasan. Oleh karena itu, selain vitamin dan karbohidrat, di usia ini anak memerlukan beberapa mineral tertentu seperti zat besi, kalsium, dan juga zinc (seng). Zat besi penting untuk darah dan perkembangan kognitif. "Penelitian membuktikan, anak yang menderita defisiensi zat besi akan mengalami gangguan psikomotor, termasuk gangguan kecerdasan," jelas Victor.

Sedangkan kalsium bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan seng untuk pembentukan enzim seperti enzim pertumbuhan, pencernaan atau metabolisme. Zat besi terdapat terutama pada bahan makanan hewani seperti daging dan hati.

Bila anak tak begitu suka makan daging atau hati, bisa diganti dengan makanan lain yang memiliki gizi sama seperti telur. Bisa juga diganti dengan makanan yang berasal dari nabati seperti tempe dan tahu. "Tapi memang kandungan gizinya tak selengkap daging atau hati yang berasal dari hewani," kata Victor.

Sementara sayuran seperti bayam juga mengandung zat besi tapi bukan yang baik. Karena pada bayam terdapat oksalat yang akan mengganggu penyerapan zat besi. Seng juga terdapat pada bahan makanan hewani seperti daging dan ikan, sementara kalsium bisa diperoleh dari susu.

Yang perlu diperhatikan, jangan sampai anak kelebihan mineral karena bisa berdampak buruk. Kelebihan seng, misalnya, bisa menimbulkan gangguan pada organ-organ tertentu seperti hati. "Kasus ini pernah dilaporkan di daerah yang kadar sengnya tinggi. Di sana setiap hari orang minum air yang berkadar seng tinggi. Lama-lama tentunya akan terjadi akumulasi," tutur Victor.

[Kompas.com]

Advertisements

Bahaya Minuman Manis

imageMinuman manis seperti jus, soft drink dan sebagainya memang paling disukai anak-anak, tak heran jika anak lebih memilih minum-minuman tersebut ketimbang minum air putih. Ditambah lagi orang tua kerap membiarkan sikecil mengkonsumsi minuman manis dalam jumlah banyak setiap harinya. Tapi tahukah anda bahwa jus, soft drink dan minuman manis lainnya bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi anak anda jika dikonsumsi secara berlebihan.

Jenis-Jenis Minuman manis

Yang termasuk dalam kategori minuman manis adalah semua jus buah, soft drink, energy drink, Air mineral dengan rasa, dan juga minuman olagraga, baik yang dibeli dalam kemasan maupun buatan sendiri. Jus buah memang mengandung gula alami yang terdapat dalam buah tersebut, namun saat buah dijadikan jus, kandungan gula dalam jus akan lebih konsentrat, sehingga kadar gula didalamnya akan lebih tinggi dibanding buah aslinya.

Sementara itu susu, baik susu formula, susu sapi dan juga susu ibu mengandung gula yang disebut dengan laktosa, sehingga susu tidak termasuk kategori minuman manis. Sebaliknya, susu merupakan minuman yang penting bagi anak karena susu mengandung kalsium yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang serta memberi nutrisi pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebaiknya pilihlah susu dengan rasa plain, karena susu yang mengandung rasa lebih banyak mengandung kadar gula didalamnya.

Batasan Memberikan Minuman Manis

Anak-anak tidak membutuhkan jus buah ataupun minuman manis lainnya untuk menyehatkan tubuh mereka. Untuk itu batasi konsumsi minuman manis mereka, paling tidak hanya satu kali dalam gelas kecil dalam sehari. Cara ini juga berguna untuk tidak membiasakan anak meminum minuman manis.

Jus Buah vs Buah Asli

imageMeskipun jus buah seringkali dipercaya sebagai minuman alami, menyehatkan dan banyak mengandung vitamin, namun dibutuhkan lebih dari tiga hingga empat gelas untuk membuat satu gelas jus, padahal kebutuhan tubuh anak akan vitamin C tidak sebanyak itu. Jadi alangkah baiknya jika anda membiasakan anak anda mengkonsumsi buah asli ketimbang jus. Banyak manfaat yang anak anda akan peroleh dengan memilih mengmkonsumsi buah asli ketimbang jus, yaitu:

  • Buah asli mengandung serat yang membantu pencernaan anak dan mencegah sembelit

  • Buah asli lebih mengenyangkan sehingga mencegah mereka makan berlebih

  • Mengkonsumsi buah asli bisa melatih anak mengunyah dan mengupas

  • Mengkonsumsi buah asli membuat anak belajar tentang berbagai tekstur, warna, dan rasa.

  • Buah asli merupakan pilihan camilan yang menyehatkan bagi anak.

Jika Anak Terlaku Banyak Mengkonsumsi Minuman Manis

Banyak masalah kesehatan yang terjadi jika anak terlalu banyak mengkonsumsi minuman manis diantaranya:

  • kelebihan berat badan

  • Timbulnya masalah pada gigi anak

  • Bagi bayi dan toddler, kerapkali permasalahan timbul dengan penggunaan botol susu saat anak menjelang tidur, saat inilah gula yang terdapat dalam susu formula akan menempel di gigi dan gusi sehingga bisa menyebakan masalah mulut.

  • Minuman manis merupakn salah satu menyebab anak menjadi pemilih saat makan. Menghentikan atau membatasi konsumsi minuman manis pada anak seperti ini membantu menimbukan minat mereka pada makanan lain.

  • Perubahan pada kontraksi kerja usus, yang bisa menyebakan terjadinya diare pada anak.

Cara Mengurangi Konsumsi minuman manis pada anak

Ubahlah kebiasaan makan anak anda, anak anda terutama yang masih balita hanya akan memakan makanan yang anda suguhkan, jadi hindari mereka dari konsumsi minuman dan makanan manis, mulailah biasakan pada diri anda sendiri. Jika anak anda sudah terlanjur menyukai makanan dan minuman manis, mulailah mengurangi porsinya, dan biasakan mereka mengkonsumsi air putih biasa. Meski awalnya mereka akan merasa kesal, namun lama-kelamaan mereka akan terbiasa dengan pola makan dan minuman sehat yang anda berikan. Bertepatan dengan momen hari anak nasional, mari kita ajak anak-anak kita untuk hidup sehat dengan mengurangi konsumsi minuman manis setiap harinya.

[CafeBalita]

imageTip-Tip mengatasi masalah-masalah pada Balita sudah dikumpulkan dalam 1 buku
MAMPU MENGATASI 1001 MASALAH BATITA ANDA SEHARI-HARI
Sebuah Panduan Lengkap untuk Ayah dan Ibu di rumah.
Oleh FENI SUDILARSIH