Mengapa Anak Perempuan Main Boneka, Anak Laki-laki Tidak?

1643586p

Apakah ada aturan tertulis yang mengatakan bahwa anak perempuan harus bermain dengan boneka dan anak laki-laki bermain dengan senjata-senjataan? Sepertinya tidak ada. Meski tidak ada keharusan semacam itu, secara alamiah anak perempuan memang tertarik dengan boneka karena memang anak perempuan terprogram untuk begitu, bukan karena ada stereotip tertentu.

Para peneliti menemukan kecenderungan alamiah tersebut melalui penelitian terhadap anak-anak simpanse. Ternyata, anak-anak simpanse di hutan liar bermain mirip manusia. Anak-anak simpanse yang berlainan jenis kelamin itu sama-sama diberikan tongkat sebagai mainannya. Anak simpanse perempuan akan memperlakukan tongkat seperti boneka, meniru ibunya yang menggendong anak bayi simpanse.

Hasil penelitian tersebut menerangkan anak perempuan suka bermain dengan boneka sementara anak lelaki tidak, bukan karena stereotip sosial, tetapi lebih kepada kecenderungan biologis. Richard Wrangham, dari Harvard University mengatakan, "Ini merupakan bukti awal dari spesies binatang liar yang mengungkapkan perbedaan obyek mainan dari pria dan wanita." Penelitian sebelumnya menunjukkan akan adanya pengaruh biologis dalam pemilihan mainan atas monyet yang dikurung, bukan monyet liar yang hidup di alam liar.

Ketika para simpanse muda ini diberikan mainan manusia, simpanse perempuan cenderung memilih mainan seperti boneka, sementara yang lelaki memilih mainan lain, seperti mobil-mobilan. Penelitian ini merupakan hasil observasi terhadap simpanse di Kibale National Park, Uganda.

Hasil riset yang diterbitkan dalam Current Biology ini menemukan 4 cara para simpanse bermain dengan tongkat tersebut, yakni; sebagai alat untuk mencungkil dan melihat lubang apakah mengandung madu atau air, sebagai mainan atau senjata dalam menghadapi lawan saat bertarung atau saat bermain, dan untuk dibawa-bawa.

Menurut Wrangham, "Kami pikir, jika tongkat itu diperlakukan seperti boneka, simpanse betina akan membawa tongkat itu lebih sering ketimbang yang jantang, dan akan berhenti membawanya ketika mereka sudah memiliki bayi sendiri. Kini kami tahu, kedua poin tersebut benar adanya."

Anak-anak simpanse perempuan kadang membawa stik mereka ke dalam sarang tempat mereka beristirahat dan kadang bermain dengan stik tersebut dalam bentuk bermain dengan rasa seperti keibuan. Namun, para peneliti masih belum yakin, apakah kebiasaan membawa-bawa stik tersebut adalah bagian dari permainan yang berlaku bagi semua simpanse, atau hanya sebagai "tradisi sosial yang baru saja terjadi" dalam grup studi tersebut.

Jika ini hanyalah sebuah tindakan unik dari simpanse yang diteliti ini saja, maka ini bisa berarti, perbedaan kecenderungan permainan ini hanya berupa tradisi lokal saja, seperti lagu-lagu untuk anak-anak dan mainan manusia yang berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Jika memang begitu, ini berarti sifat simpanse terhadap tradisi memang sangat mirip manusia.

[Kompas.com]

5 Keuntungan Punya Anak Perempuan

1925373pDalam artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai keuntungan memiliki anak laki-laki. Dikatakan, bahwa anak laki-laki cenderung lebih mampu mengeksplorasi dunianya, memiliki kepercayaan diri akan fisiknya, dan kelak akan bersikap melindungi ibunya. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa anak perempuan tidak memiliki kelebihan dibandingkan anak laki-laki.

Dengan keunikannya, anak perempuan juga mudah mengambil hati orangtuanya. Entah dengan melakukan kontak mata dengan Anda sejak ia lahir, atau mengucapkan kata “mama” lebih cepat, kelak mereka juga lebih mampu berkomunikasi dengan Anda. Anak perempuan memang akan menghabiskan lebih banyak biaya untuk mendukung penampilannya, atau akan merepotkan Anda dalam urusan menghadapi menstruasi pertamanya, atau dalam mengatasimood swing-nya. Toh menurut Anita Sethi, PhD, peneliti di Child and Family Policy Center di New York University, anak perempuan memiliki karakteristik lain yang tak kalah istimewa.
1. Mereka lebih pintar meniru. Ketika usianya baru tiga jam, bayi perempuan sudah bisa meniru, sebagai awal dari caranya berinteraksi. Menurut sebuah studi, bayi perempuan yang baru lahir lebih mampu meniru gerakan-gerakan jari daripada bayi laki-laki. Pada usia batita, anak perempuan juga lebih pintar daripada anak laki-laki dalam meniru, misalnya berpura-pura mengasuh bayi. Namun kemampuan mereka dalam berperilaku yang tidak membutuhkan interaksi, seperti berpura-pura mengendara mobil atau menyiram tanaman, tidak berbeda dari anak laki-laki.
2. Tangan mereka lebih cekatan. Bayi perempuan mengungguli bayi laki-laki dalam melakukan tugas-tugas motorik halusnya, dan hal ini akan tetap mereka kuasai hingga memasuki kelompok bermain (preschool). Mereka lebih cepat dalam menguasai mainan, menggunakan peralatan makannya, bahkan mampu menulis lebih cepat (dan lebih rapi).
3. Mereka pendengar yang baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak perempuan lebih mampu membiasakan dengan suara manusia, dan tampaknya lebih peka terhadap suara manusia daripada suara benda-benda lain. Ketika mendengar sesuatu yang bergemerincing, anak perempuan dan laki-laki akan bereaksi dengan cara yang sama. Tetapi ketika Anda berbicara, bayi perempuan cenderung lebih merasa terikat.
4. Mereka terampil membaca ekspresi emosional. Bayi perempuan lebih mampu menciptakan dan memelihara kontak mata, dan mereka tertarik pada wajah-wajah individual, khususnya wajah wanita. Mereka juga lebih terampil membaca ekspresi wajah. Jika Anda menunjukkan gambar wajah yang menakutkan, misalnya, mereka akan menatap Anda, atau menjadi sedih. Sebaliknya, mereka akan baik-baik saja jika melihat ekspresi yang bahagia. Sementara itu, anak laki-laki butuh waktu lebih lama untuk memerhatikan perbedaan antara kedua ekspresi ersebut, demikian menurut metaanalisa terhadap 26 studi mengenai kapasitas anak dalam mengenali ekspresi wajah.
5. Mereka lebih cepat berbicara. Kebiasaan mereka mengamati dan mendengarkan akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Bayi perempuan menggunakan gerak tubuh seperti menunjuk atau melambaikan tangan lebih cepat daripada bayi laki-laki, dan mereka menguasai beberapa jenis permainan lebih awal. Anak perempuan memahami apa yang Anda katakan daripada anak laki-laki, mulai berbicara lebih awal (anak perempuan mulai berbicara sekitar usia 12 bulan, sedangkan anak laki-laki pada usia 13 hingga 14 bulan). Setelah itu, anak perempuan akan lebih cerewet hingga usia balita.

BONUS !

Anak perempuan akan mengurus orangtuanya kelak. Mereka tidak saja membuat Anda rajin membeli pakaian dan aksesori yang lucu-lucu untuk mendandaninya, tetapi juga lebih mampu memberi rasa aman terhadap orangtuanya. Tidak seperti anak laki-laki yang cenderung akan menghabiskan waktu senggangnya di luar rumah, anak perempuan lebih peduli untuk menemani orangtuanya di rumah. Ketika dewasa, anak perempuanlah yang umumnya lebih mampu mengurus orangtuanya yang sudah renta.

[kompas.com]

10 Hal Yang Dapat Mencelakakan Anak

1632018p

Setiap tahunnya, sekitar 2 ribu anak di bawah usia 14 tahun meninggal akibat kecelakaan yang terjadi di rumah, begitu dikabarkan oleh Safe Kids USA, organisasi nirlaba untuk kesehatan anak. Masih ingat kecelakaan yang merenggut nyawa anak Mike Tyson akibat bermain dengan tali di ruang gym beberapa tahun lalu? Itu adalah salah satu contohnya.
Meski Anda sudah yakin anak Anda tak akan bermain dengan hal-hal yang berbahaya, tak ada salahnya memastikan barang-barang dan area yang berbahaya itu tidak terjamah anak baik secara sengaja maupun tidak. Area berikut ini adalah yang paling sering menimbulkan kecelakaan pada anak-anak:
1. Tali atau Kabel
Tali panjang yang menjuntai atau tidak tersimpan rapi bisa menyebabkan anak tercekik. Baik itu tali tirai, kabel telepon, kabel komputer, atau kabel-kabel panjang lainnya. Semua tali pengaturan tirai sebaiknya diikat cukup jauh dari jangkauan anak-anak. Semua tali yang panjangnya 7 inci (sekitar 17 cm) atau lebih sebaiknya jauh dari jangkauan anak-anak.
2. Bak Mandi
Sudah begitu banyak pemberitaan yang mengisahkan anak tenggelam dalam air bak mandi, bathtub, bahkan ember. Air yang tergenang sekitar 1 inci saja sudah bisa membuat anak tenggelam. Jangan pernah meninggalkan anak tak diawasi saat berdekatan dengan air, bahkan untuk sejenak saja pun.
3. Mainan
Di boks mainan anak, seringkali tercantum tanda berbahaya bagi anak-anak di bawah 3 tahun, tepatilah peringatan itu jika anak Anda memang di bawah usia yang disarankan. Ada banyak bagian kecil mainan yang bisa tercopot dan tertelan anak sehingga menyebabkan si kecil tersedak. Perhatikan pula barang-barang di sekitar anak yang bisa dimakannya, seperti koin, bola kecil, balon belum ditiup, permen, kacang, anggur, popcorn, dan lainnya.
4. Laci dan Furnitur Lain
Meja berlaci bisa menjadi hal yang berbahaya karena bentuknya cukup berat dan bisa ditarik oleh anak jika ia berusaha memanjatnya. TV dengan mudahnya bisa ditarik si kecil dan menimpanya, apalagi televisi layar datar yang cukup ringan saat ini. Balita belum mengerti bahwa ada barang-barang yang bisa ia tarik dan kehilangan keseimbangan bisa menimpa dan mencelakainya. Lebih baik beli bracket untuk menempelkan televisi di dinding yang jauh dari jangkauan anak. Sementara untuk laci-laci, Anda bisa membeli pengaman agar si kecil tidak bisa membuka laci, dan simpan barang-barang berat di bagian paling bawah dari laci untuk jaga-jaga. Simpan barang-barang kecil kesukaannya di dalam laci yang tak bisa ia lihat, jangan di atas meja, karena ia akan tergoda untuk memanjat meja itu.
5. Jendela
Beberapa waktu lalu, ada pemberitaan anak balita memanjat jedela dan terjatuh dari lantai yang sangat tinggi sebuah apartemen, padahal jendela apartemen tersebut sudah dipasangi teralis. Jangan pernah mengandalkan kasa atau teralis, atau apa pun yang dipasangkan pada jendela. Jangan pula menaruh furnitur di bawah jendela karena si kecil bisa memanjatnya dan menyelinap keluar dari jendela tersebut.
6. Tempat Tidur Bayi dan Barang-barang di Dalamnya
Tempat tidur bayi dan tempat bermainnya bertanggung jawab atas setengah dari kematian bayi akibat barang-barang yang ada di ruang tidurnya. Tidak disarankan untuk menaruh banyak barang dalam tempat tidur bayi, karena bayi bisa tercekik, tersedak, atau lainnya.
7. Peralatan Olahraga
Tak hanya kabel alat olahraga yang bisa menyebabkan anak tercekik (penyebab kematian anak Mike Tyson), tetapi barang-barang olahraga banyak yang bisa mengakibatkan anak terluka dan cedera. Mulai dari barbel, treadmill, tali lompat, dan lainnya.
8. Kompor
Setidaknya 610 anak meninggal akibat terbakar di rumah karena bermain dengan kompor pada tahun 2004, lapor Safe Kids USA. Kulit anak jauh lebih tipis dari kulit orang dewasa. Kulit anak-anak bisa terbakar tingkat 3 gara-gara tersiram air panas dari secangkir kopi dalam 5 detik, yang mungkin bagi orang dewasa tidak akan sampai level 3. Jauhkan panci dan alat masak yang panas jauh dari jangkauan anak-anak. Selalu awasi aktivitas anak saat ia ada di dalam dapur.

9. Obat-obatan, Vitamin, dan Pil

Saat ini, ada begitu banyak obat yang diberi lapisan manis, sehingga ketika si anak mencoba obat yang tergeletak, ia akan mengira itu permen dan mencoba memakannya. Banyak obat, termasuk vitamin yang bisa berbahaya bagi kesehatan anak. Selalu simpan obat di lemari yang paling atas, dan simpan dalam kotak yang tak mudah dibuka anak-anak.
10. Cairan Pembersih
Sebuah film di Crime Scene Investigation (CSI) pernah menayangkan kematian seorang anak akibat bermain petak umpet di tempat penyimpanan cairan pembersih. Ia meninggal karena menghirup cairan pembersih yang tercampur-campur dan menimbulkan asap beracun. Selain cairan pembersih, zat-zat kimia buatan, seperti alat lukis atau kesenian, alkohol, kosmetika, pestisida, dan lainnya juga bisa mencelakai anak. Pastikan lemari penyimpanan barang-barang itu terkunci rapat dan tidak bisa disentuh anak-anak.

[Kompas.Com]