Agar Si Kecil Mencintai Kamarnya

ANAK-anak sulit diminta belajar atau bermain di dalam kamarnya. Bahkan si kecil menolak tidur di kamarnya sendiri. Sepertinya si kecil tidak menyukai atau merasa tidak nyaman dengan kamarnya. Pernahkah Anda mengalami kondisi demikian? Tentu merepotkan ya. Apalagi jika Anda harus selalu memaksa anak-anak untuk belajar atau tidur di kamarnya sendiri.

Jika hal demikian terjadi, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui penyebabnya. Salah satu alasannya mungkin karena si kecil tidak merasa memiliki (sense of belonging) kamarnya. Rasa memiliki tentu akan tumbuh jika si kecil mencintai kamarnya. Lalu, bagaimana caranya agar si kecil mau mencintai kamarnya?

Rasa senang, suka, atau mencintai sesuatu tentu berkaitan dengan rasa nyaman. Oleh karena itu, yang pertama kali harus kita perhatikan adalah kenyamanan si kecil berada di kamarnya. Sekarang, kita coba intip yuk penataan ruang yang kira-kira cocok untuk si kecil. Penataan kamar yang pas bisa membuat si kecil betah di kamarnya.

Tentukan terlebih dahulu tema kamar tidur si kecil. Kita bisa memilih tema tokoh animasi idola si kecil. Atau tema-tema yang mewakili imajinasinya. Misalnya dunia bawah laut atau tema negeri di awan. Jangan lupa pilih warna-warni ceria untuk menghias kamarnya. Warna-warni demikian dapat lebih "menghidupkan" suasana.

Dalam menata kamarnya, kita juga tidak boleh melupakan karakter khas tiap anak. Dengan mengenali karakter pribadinya, kita bisa menciptakan kamar sekaligus "dunia" tempatnya belajar dan berkreasi. Hobi si kecil bisa membantu kita membuat penataan yang pas. Misalnya, si kecil memiliki hobi menggambar. Sebisa mungkin sediakan area yang memadai untuknya menggambar di kamarnya. Anda juga bisa melengkapi kamarnya dengan meja gambar kecil. Tentu tak lupa buku-buku gambar dan krayonnya.

Kemudian Anda juga bisa menghias kamarnya dengan foto-foto si kecil bersama keluarga atau teman-temannya. Pajang juga beberapa gambar hasil karyanya, di dinding kamarnya. Atau Anda juga bisa menghias kamarnya dengan berbagai benda atau koleksi kesayangannya. Cara ini bisa memberikan sentuhan personal pada kamarnya. Sehingga si kecil benar-benar merasa bahwa kamar tidurnya adalah miliknya.

Dengan demikian, si kecil akan semakin mencintai kamarnya. Tak perlu lagi repot memintanya belajar atau tidur di kamarnya sendiri. Bahkan jangan heran jika tiba-tiba si kecil mau merapikan kamarnya sendiri.

Anissa [Kompas.com]

Advertisements

Main di Negeri Dongeng

162702p

ALAT transportasi selalu menarik perhatian anak-anak. Apalagi anak laki-laki. Tema inilah yang dipilih kamar ini. Orangtua agaknya ingin memperkenalkan anaknya, yang laki-laki, pada suasana yang gagah dan berani. Karena itu di sini terlihat kereta api, mobil balap, bahkan kapal laut, dalam suasana "negeri dongeng".

Perhatian mata akan tertuju pada ilustrasi di dinding. Menggunakan cat tembok, hampir seluruh dinding dilukis pemandangan alam dongeng. Perbukitan yang hijau, rel kereta yang membelah jalan, balon udara, kapal laut, dan pohon besar, menaungi sebagian tembok di atas ranjang.

Dominasi warna biru berpadu dengan lantai yang berwarna putih, sehingga berkesan kontras. Sementara furniturnya terdiri atas tiga potong: ranjang dan dua rak mainan. Ranjang dengan model mobil balap yang berwarna merah, lengkap dengan empat ban, sedangkan dua rak yang berhadapan dengan tempat tidur dipasang berjajar. Rak itu seluruhnya tanpa pintu, hanya berupa kolom-kolom. Fungsinya bukan sekedar tempat menyimpan mainan, tetapi juga fasilitas untuk memajang.

Kamar ini mempunyai bukaan jendela ke arah taman. Dinding pada bagian bawah jendela itu disiasati dengan ilustrasi pagar taman. Pagar itu menerus sampai ke sudut kamar yang lain. Dibuat pula gambar kotak surat yang lucu. Praktis seluruh dinding kamar penuh dengan ilustrasi yang merangsang imajinasi.

Warna biru muncul dalam gelap-terang yang menarik. Yang agak gelap ditempatkan di bagian atas, mendekati plafon, dengan aksen gumpalan awan putih di sana-sini, sedangkan yang lebih terang memenuhi bagian tengah. Memang indah!

[Kompas.com]