Penelitian : Tidur Lelap Cegah Anak Obesitas

1122473pFakta mengejutkan yang ditemukan adalah: kurang tidur di masa kecil cenderung menyebabkan obesitas di masa dewasa. Penelitiannya dilakukan oleh Universitas Otago, Dunedin, Selandia Baru, yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics belum lama ini. Riset tersebut melibatkan lebih dari seribu orang yang dipantau sejak lahir hingga berusia 32 tahun. 

Tentu saja, kurangnya waktu tidur di masa kanak-kanak bukan satu-satunya penyebab obesitas. Ada juga faktor genetik (jika kedua orangtua yang obesitas, kemungkinan 80% akan menghasilkan anak obesitas, jika salah satu orangtua obesitas, kemungkinan 40% anaknya obesitas), kurang gerak dan olahraga, serta konsumsi makanan yang tidak bijak. Namun, kurang tidur di masa kecil terbukti paling dominan menyebabkan seseorang mengalami obesitas di kemudian hari.

Bagaimana hal itu dapat terjadi? Rupanya, anak yang kurang tidur cenderung mengalami kelelahan sepanjang hari. Akibatnya ia enggan melakukan kegiatan aktif, sehingga kalori yang masuk ke dalam tubuhnya tidak terbakar sempurna, dan ditimbun sebagai lemak.
Kurangnya waktu tidur juga menyebabkan produksi ghrelin dalam tubuhnya jadi lebih tinggi, sementara produksi leptin-nya lebih rendah. Ghrelin adalah hormon yang memicu meningkatnya nafsu makan, sedangkan sebaliknya, leptin adalah hormon penghambat keinginan untuk makan. Apabila kandungan ghrelin dalam tubuh anak tinggi, ia cenderung merasa lapar terus. Ditambah lagi, leptin anak yang kurang tidur menjadi rendah, sehingga tidak ada hormon yang membatasi keinginan makan berlebihan.

Robert John Hancox, peneliti senior dalam tim riset tersebut lantas mengingatkan para orangtua untuk mulai mengatur pola tidur malam anak dengan baik. Sebab penting disadari, kekeliruan pola tidur anak akan membawa konsekuensi seumur hidup. Untuk itu, para ahli merekomendasikan tidur bayi selama 10,5-18 jam/hari, anak 1-3 tahun 12-14 jam/hari, anak 3-5 tahun 11-13 jam/hari, anak 5-12 tahun 10-11 jam/hari, sedangkan remaja disarankan tidur 8,5-9,5 jam semalam. 

[Kompas.com]

Advertisements

  Anak saya umur 3,5 th dengan berat ba …

 
Anak saya umur 3,5 th dengan berat badan 32 kg. makan nasi 3x sehari. pagi sebelum berangkat sekolah lebih sering makan nasi + sayur dengan komposisi wortel, brokoli bakso (kadang sosis) terkadang nasi goreng buatan pengasuhnya, juga cap cay sayuran + sea food (karena setiap hari saya bekerja). sekolah masih bw bekal nasi gooreng, kadang mie goreng, kadang roti tawar+selai strawber, kadang nasi + nagets atau cumi goreng tepung (berganti-ganti)untuk dimakan bersama di sekolah jam 10.00. pulang sekolah jam 10.30 dan jam 11 lebih sering dia sudah mulai tidur siang, bagun kurang lebih jam 14.00 s/d 15.00. bagun tidur makan nasi + sayur sisa pagi (karena memang sekaligus masak untuk 2x makan). setelah mandi dia main sepeda sebentar, jam 4 belajar mengaji 3x seminggu dan les membaca 2x seminggu. terkadang saya buatkan makanan donuts, bakwan, tahu isi dll (saya cenderung tidak suka beli makanan camilan diluar dan lebih sering membuat sendiri untuk cemilan).
Problem saya, Kaka, anak saya ini dari kecil tidak susah makan, dan tidak pernah kurus, lahir dengan berat badan 4,050 kg sampai sekarang 32 kg. saya sekarang ini kesulitan mengerem nafsu makannya… untuk susu sudah saya encerkan paling banyak dia minum 3x @ 180 mm dalam sehari.minum air putihnya banyak. sekali makan 1 gelas lebih kadang 2 gelas.
Saya sudah sampaikan kepada pengasuhnya kalo makan nasi dengan porsi sedikit kurang lebih 2 – 3 sendok makan penuh dengan kuah sayuran yg banyak jg air putih yg banyak. tapi berat badannya terus meningkat pesat. saya sangat khawatir sekali kalo berat badannya terus bertambah. yang paling merepotkan lagi dia kurang suka minum jus buah dan makan buah. mohon sarannya supaya saya bisa mengurangi atau mengerem pertambahan berat badan anak saya ini karena memang menurut saya sudah sangat mengkhawatirkan..
Terima kasih sebelumnya.