Supaya Waktu Tidur Si Kecil Teratur

2010265p

Rutinitas waktu tidur amat penting untuk anak-anak. Tak hanya supaya ia bisa datang ke sekolah tepat waktu di pagi hari, tetapi ritual tidur di waktu yang tepat bisa membantunya memiliki tubuh yang sehat. Membangun dan menjaga kebiasaan tidur yang baik bisa membantu anak Anda tertidur, tidur berkualitas, dan bangun di pagi hari dengan tubuh bugar. Hal ini juga bisa membantu mencegah masalah tidur di masa depan. Tidur berkualitas serta rutinitas waktu tidur tak hanya bisa mengurangi tekanan sebelum tidur, tetapi juga membangun waktu spesial antara orangtua dan anak.
Setiap individu memiliki variasi yang berbeda mengenai waktu dan cara sebelum tertidur. Anak Anda adalah manusia unik. Jika rutinitas yang Anda bangun untuk si anak tidak berhasil, mungkin bukan itu yang tepat untuk si anak. Berikut beberapa tips untuk membangun waktu tidur anak yang efektif:
1. Jadi prioritas
Tetapkan seberapa lama waktu tidur yang dibutuhkan setiap anggota keluarga dan pastikan mereka mendapatkannya. Diskusikan masalah tidur anak Anda dengan dokternya. Kebanyakan masalah tidur anak-anak masih bisa diatasi.
2. Pelajari masalah tidur anak
Tanda-tanda masalah tidur pada anak, termasuk kesulitan untuk terjatuh tidur, sering terbangun di malam hari, mendengkur, menahan diri atau menolak pergi tidur, sulit bernapas saat tidur, dan bernapas dengan keras saat tidur. Masalah saat tidur bisa jadi bukti adanya masalah di siang hari. Jika si anak terlihat sangat kelelahan, sering mengantuk, atau rewel di siang hari tanpa alasan jelas, konsultasikan dengan dokter Anda.

3. Konsisten

Dalam mengajarkan sesuatu kepada si anak, konsisten adalah hal yang penting, dan merupakan kunci kesuksesan. Tanpa konsistensi, anak akan sulit belajar atau mengubah sikapnya yang tidak baik.
4. Kerjasama tim
Amat penting untuk mendiskusikan strategi Anda sebelumnya dengan pasangan mengenai program yang ingin Anda jalankan dengan pasangan. Jelaskan ekspektasi Anda terhadap anak jika ia sudah cukup besar dan bisa mengerti.
5. Ciptakan waktu tidur dan bangun yang berulang
Hal ini akan menciptakan ekspektasi antara Anda dan anak, serta alur untuk membangun rutinitas waktu tidur dari sana.
6. Rutin, rutin, rutin
Anak-anak menyukai rutinitas, mereka akan berusaha menepatinya, dan ini bisa berhasil. Rutinitas memberi bentuk ekspektasi dan membantu melatih sikap. Rutinitas waktu tidur membantu anak untuk belajar mulai mengantuk, seperti membaca sebelum tidur bisa membuat orang dewasa mengantuk. Struktur rutinitas tidur juga membuat si anak mengasosiasikan ruang tidur dengan perasaan yang nyaman dan aman.
7. Pakaian dan temperatur ruang
Tak ada hal yang terlalu pasti mengenai hal ini. Anda bisa memakaikan pakaian tidur untuk anak seperti cara Anda berpakaian sebelum tidur. Penting diingat, anak-anak seringkali menendang selimut di malam hari dan sulit menutup tubuhnya saat tidur. Kebanyakan orang tidur lebih nyenyak dalam keadaan dingin ketimbang suasana hangat.

8. Obyek transisi

Waktu tidur berarti pemisahan, dan hal ini bisa jadi lebih mudah dengan alat-alat pemisahan dari aktivitas harian, seperti boneka tidur, selimut, guling, atau barang-barang lainnya. Obyek-obyek semacam ini bisa memberikan rasa aman dan kendali yang memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi si anak.
9. Gelap dan sunyi
Pastikan ruang tidur cukup gelap dan cukup tenang. Jika si anak tak ingin ruangan yang sangat gelap, nyalakan lampu di lorong depan kamarnya, atau cari lampu tidur kecil.
10. Yang terakhir
Anak-anak suka satu hal terakhir, seperti cium selamat malam, peluk, air minum, atau mau ke toilet. Anak-anak bisa jadi sangat kreatif supaya bisa berlama-lama dengan Anda. Sebisa mungkin antisipasi hal-hal ini sebelum mengantar ia tidur. Pastikan si anak mengerti, bahwa begitu mereka tiba di tempat tidur, mereka harus tetap di tempat tidur hingga pagi, tidak boleh jalan-jalan atau main.

[Kompas.Com]

Pastikan Bayi Anda Tidur dengan Aman

1617346p

Tidur adalah bagian penting dalam keseharian bayi. Saat tidur, ia terus tumbuh dan berkembang. Orangtua sebaiknya terus menjaga kondisi dan keamanan lingkungan si bayi agar ia bisa tidur dengan aman dan nyaman. Berikut ini langkah-langkah menciptakan lingkungan sekitar yang aman untuk bayi.
1. Di ranjang khusus bayi
Jika Anda menempatkan bayi dalam ranjang khusus bayi, sebaiknya upayakan matras yang digunakan dalam keadaan baru. Jika matras yang ada merupakan pinjaman atau hibah, pastikan dengan teliti kebersihannya, dalam keadaan kering, bebas dari retak atau sobekan. Cek pula kekerasannya, jangan sampai ada cekungan yang artinya tidak menyokong kujur bayi dengan sempurna. Jangan sampai ada sisa ruang antara matras dengan pinggiran tempat tidur. Matras berventilasi dengan lubang tidak disarankan, karena sulit untuk dijaga kebersihannya. Jangan mencoba menaruh bayi tertidur pada bantal orang dewasa, kasur dari biji-bijian, kasur air, atau sofa.
2. Temperatur
Suhu ruangan untuk bayi tidur adalah antara 16-20 derajat Celsius. Untuk kebanyakan kita, suhu tersebut mungkin akan terasa dingin, tetapi riset membuktikan bahwa suhu tersebut aman untuk bayi dan membuatnya nyaman untuk tidur. Untuk melihat apakah si bayi dalam keadaan panas atau dingin, coba rasakan suhu tubuhnya pada perut atau leher, jangan bagian kaki atau tangannya, karena pada bagian tersebut, umumnya tubuh bayi dalam keadaan lebih dingin.
3. Posisi
Posisi terbaik yang disarankan untuk bayi tertidur adalah telentang, tidak tengkurap atau menyamping. Sebaiknya selimut tidak melebihi batas dada dan dieratkan pada sisi tempat tidur dengan erat untuk memastikan si bayi tidak bergerak ke arah yang berbahaya atau membuat selimutnya menutupi wajahnya. Jauhkan tempat tidur bayi dari sinar matahari.
4. Perlengkapan tidur
Bayi di bawah 1 tahun tidak disarankan untuk menggunakan bantal. Lebih aman untuk menggunakan seprai lapisan selimut dari bahan katun. Selimut ringan terbuat dari bahan katun atau tambahan pakaian adalah hal-hal yang bisa Anda gunakan untuk menambah kehangatan bayi saat ia kedinginan, pastikan si bayi tidak dalam keadaan terlalu panas.
5. Bersama orangtua
Sebagian orangtua memilih mengajak anaknya tidur satu ranjang. Namun, yang lebih disarankan untuk bayi hingga 6 bulan adalah ia tidur di ranjang khusus bayi di ruangan yang sama dengan Anda.
Sebaiknya hindari tidur satu ranjang dengan Anda bila:

  • Salah satu atau kedua orangtua adalah perokok (meski tidak merokok di rumah).
  • Salah satu atau kedua orangtua baru saja minum alkohol atau baru saja minum obat yang bisa menyebabkan kantuk.
  • Satu atau kedua orangtua sangat lelah.
  • Bayi lahir dengan kondisi prematur dan berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg).
  • Bayi masih berusia di bawah 3 bulan.

Jika Anda tetap memilih si bayi tidur di ranjang bersama Anda, pastikan ia jauh dari bahaya terguling jatuh, terjepit, tercekik, atau terperangkap antara matras dan tembok.